TAPAKTUAN-ACEH – Sedikitnya seratus warga Jambo Kupok, Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan mengelar doa bersama memperingati tragedi penembakan dan pembakaran 16 warga di tahun 2003, saat Aceh masih bersatus sebagai daerah Darurat Militer. Warga berharap pemerintah mengusut tragedi kemanusian itu.
Doa dipimpin Tgk. Baizawi pimpinan pasanteren Hasabul Yamin, Kecamatan Bakongan. Ini merupakan kegiatan doa bersama yang pertama sekali digelar warga untuk mengenang korban peristiwa tersebut.
“ini peringatan tahun ke empat, sebelumnya hanya diperingati keluarga korban saja. Kami ingin masyarakat luas tahu di desa kami pernah terjadi tragedi kemanusian,”ujar Herman, Kepala Desa Jambo Kupok, Selasa (17/5).
Menurut Abdullah Sami, saksi mata, aparat dari pos Simpang Raja datang menggunakan tiga truk reo langsung mengumpulkan warga. Empat pria ditembak di depan rumah. Sementara 12 pria lainnya dimasukan dalam rumah. “Mereka dikurung, kaki mereka ditembak dari bawah pintu, terus rumah dibakar,” jelasnya.
Saburan, anak salah seorang korban, berharap pemerintah mengusut tuntas kasus yang menimpa orang tua dan abangnya itu. Menurutnya, doa bersama akan terus dilakukan setiap tahun.
Selepas doa bersama, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen Jambo Kupok. Nantinya, kronologis dan nama korban akan diukir di atas batu monumen tersebut.
sumber : klik disini