Setiap negara, setiap bangsa memiliki masa kelam, masa lampau yang ingin dilupakan, namun tak juga terlupakan. Masa gelap yang sedih dan pedih itu bisa terjadi akibat bencana alam, perang, perang saudara, masa pendudukan dan lain-lain.
Belanda mengalaminya semasa Perang Dunia Kedua ketika ribuan warganya diangkut Nazi ke kamp pemusnahan. Atau para warganya di Indonesia semasa perjuangan kemerdekaan ketika mereka dikurung Jepang di kamp interniran. Dan seterusnya. Indonesia pun memasuki masa kelam ketika konflik politik di pertengahan tahun 1960an akhirnya menghasilkan prahara.
Masa kelam seringkali menjadi kontroversi. Dia harus dikenal, tapi tak ingin dikenang. Semakin lama dia berlalu, semakin pelik menggelutinya. Hendak dilupakan, dia tetap mengganjal. Mereka yang kalah, atau pewaris kekalahan dan keluarga korban menuntut mengenali masa silam itu selengkapnya.
Trauma dan kontroversi inilah yang kini dihadapi Spanyol. Spanyol mengalami Perang Saudara yang menyakitkan di akhir tahun 1930an, tepatnya tahun 1936 hingga 1939. Namun baru puluhan tahun kemudian, masa kelam itu diunggah dan dibicarakan secara terbuka. Dan baru sekarang, kegelapan itu menjadi isu terbuka. Lanjut Baca »